pagi ini saya kedatangan tamu, rekan dari salah satu perusahaan penyedia peralatan otomasi industri. Waktu saya tanya tentang krisis global ini, beliau menjawab bahwa secara global memang penjualan perusahaan tempatnya bekerja mengalami penurunan yang cukup besar. Misal untuk cabang negara tetangga penjualan untuk tahun ini turun bisa mencapai 40-50 % dibandingkan periode yang sama untuk tahun 2008. Namun untuk penjualan lokal penurunan yang terjadi tidaklah sebanyak itu, berkisar 10-15 % saja.
Salah satu penyebabnya menurut beliau adalah karena jumlah penduduk Indonesia yang besar, menjadi pasar untuk hasil produksi perusahaan di Indonesia. Hal ini juga ditunjang dengan industri di Indonesia yang 80% menghasilkan barang jadi, dalam artian consumer product yang langsung dibeli konsumen, bukan produk penunjang industri, misalnya mesin-mesin industri. Kedua hal tersebut turut berperan dalam sedikit menyelamatkan keadaan perekonomian Indonesia di saat krisis global ini, ditambah juga bahwa tahun ini adalah tahun pemilu, yang turut menyebabkan konsumsi bertambah.
Saya jadi berpikir, hal-hal yang terkadang menjadi kelemahan, pada saat-saat tertentu memang bisa menjadi keuntungan. Sebelumnya saya berpikir, pemilu kali ini pasti akan menghabiskan biaya yang besar sekali, tapi ternyata itu bisa membuat kegiatan perekonomian lokal tetap berjalan. kemudian juga bahwa banyak kritikan di Indonesia kurang sekali industri barang modal, tapi ternyata di saat kondisi sekarang ini, saat tidak banyak investasi yang dilakukan industri consumer product relatif belum banyak dipengaruhi oleh krisis.
Semoga saja kita semua dapat bertahan dalam menghadapi kesulitan-kesulitan ini.